KOMINFO,
Sidoarjo - Ketua Akselerasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo
Nur Ahmad Syaifuddin memeriksa kesiapan PCR (Reaksi Rantai Polimerase) di Rumah
Sakit Sidoarjo. Mesin PCR di Rumah Sakit Sidoarjo mulai Senin mendatang telah
mulai dioperasikan. Sabtu (20/2020).
Sidoarjo saat
ini adalah dua mesin PCR, pertama di Bantuan GOR dari BNPB dan kedua Sidoarjo
membeli sendiri ditempatkan di RSUD. Dengan adanya dua mesin PCR harapan akan
mempercepat proses uji swab yang telah terasa lambat.
Dengan mesin
PCR hasil tes Swab akan diketahui dalam sehari. Ini adalah bentuk upaya di
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mempercepat identifikasi pasien yang telah
dinyatakan secara positif reaktif tes cepat.
'Ini bukti
bahwa pemerintah Kabupaten Sidoarjo bekerja secara optimal dalam melindungi
masyarakat. Masalah yang hadir telah menunggu hasil tes Swab yang menunggu
lama. Jika hasilnya panjang maka langkah aksi juga panjang ", kata Nur
Ahmad.
Selain itu,
mesin PCR untuk mengetahui dengan cepat hasil terakhir dari pasien Covid-19
positif yang telah menerima perawatan di rumah sakit referensi. Termasuk pasien
yang saat ini sehat tetapi mereka dinyatakan positif Covid-19 dan melakukan
isolasi independen di rumah.
Mulai hari Senin
Mesin PCR di GOR telah diuji. Total ada 480 orang dalam proses inspeksi. Mulai
dari tes cepat reaktif positif, pasien dengan gejala (OTG) dan pasien positif
yang akan mengambil uji swab kedua kali setelah mendapatkan pengobatan isolasi.
"Sehari
dapat memeriksa 200 sampel swab. Semuanya sudah siap, kamarnya juga siap dan
SDM kami juga siap. Saat ini ada 480 orang dalam proses pengujian swab
PCR", kata Nur Ahmad. (Ir / kominfo).

Posting Komentar